BRMP Sulbar Gelar Rakor Monitoring dan Evaluasi LTT Padi Target Mamuju Dikejar Tuntas Desember
MAMUJU-Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Kabupaten Mamuju, bertempat di Aula BPP Kecamatan Kalukku. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Mamuju, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Penyuluh Pertanian Provinsi (LO Mamuju), Koordinator BPP Kalukku, Papalang, Sampaga, Bonehau, dan Kalumpang, para penyuluh pertanian, perwakilan kelompok tani, serta Tim BRMP Sulawesi Barat.
Dalam rapat tersebut, Tim BRMP Sulawesi Barat melalui Penanggung Jawab LTT Padi Kabupaten Mamuju, Marwayanti Nas, memaparkan perkembangan terbaru capaian LTT padi di Kabupaten Mamuju. Ia menyampaikan data per kecamatan, identifikasi hambatan teknis, serta peluang percepatan yang dapat dimaksimalkan pada periode tanam berjalan. Paparan ini menjadi rujukan penting dalam penyusunan strategi terpadu untuk mencapai target tanam daerah.
Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis dalam mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan langkah-langkah percepatan agar target nasional 23.040 hektare untuk Kabupaten Mamuju dapat tercapai. Berdasarkan data terakhir, Kabupaten Mamuju masih menyisakan kekurangan 7.579,36 hektare, namun Kepala Dinas TPHP Kabupaten Mamuju menyampaikan optimisme bahwa target tersebut dapat direalisasikan 100 persen pada bulan Desember, dengan catatan kondisi cuaca tetap mendukung.
Optimisme tersebut muncul setelah melihat kondisi lapangan yang menunjukkan bahwa petani telah mulai melakukan pengolahan lahan secara masif. Kepala Dinas juga menegaskan sejumlah langkah teknis yang segera diperkuat untuk percepatan LTT, antara lain: Optimalisasi pemanfaatan alsintan untuk percepatan pengolahan tanah dan tanam, Percepatan distribusi benih dan pupuk kepada petani, Pemaksimalan potensi tanaman padi gogo untuk mengejar ketertinggalan dan Identifikasi dan aktivasi lahan-lahan baru maupun lahan tidur sebagai tambahan peluang tanam.
Sejalan dengan itu, Koordinator BPP dari tiga kecamatan utama turut memaparkan evaluasi dan keyakinan terhadap pencapaian sisa target, yakni: Papalang: tersisa 999,7 hektar, Kalukku: tersisa 814,25 hektar dan Sampaga: tersisa 918 hektare
Para koordinator menyampaikan bahwa kesiapan petani, ketersediaan sarana produksi, serta percepatan aktivitas pengolahan lahan menunjukkan tren positif di lapangan. Mereka yakin bahwa kekurangan target tersebut dapat direalisasikan bahkan berpotensi melampaui jika kondisi cuaca tetap mendukung.
Rapat monitoring dan evaluasi ini mendapatkan apresiasi dari seluruh peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan motivasi petugas lapangan, serta menyatukan strategi percepatan LTT di seluruh wilayah kecamatan. Peserta juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat sinergi dan efektivitas pendampingan kepada petani.
BRMP Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah melalui penguatan data, monitoring berkelanjutan, penyediaan rekomendasi teknis, serta pendampingan intensif kepada petani guna memastikan percepatan realisasi LTT padi di Kabupaten Mamuju berjalan optimal dan berkelanjutan.